Jawa
Hantu Lawang Sewu
Perempuan Pendendam Tingkat bahaya 3 dari 5 · Menakutkan
- Wujud
- Hantu noni Belanda
- Asal-usul
- Lawang Sewu, bekas kantor pusat kereta api Belanda ‘seribu pintu’ di Semarang, menurut legenda dihantui noni-noni Belanda dan korban penggunaan ruang bawah tanahnya sebagai penjara semasa perang.
- Perilaku
- Penampakan yang terikat tempat; salah satu situs warisan ‘angker’ yang paling banyak dikunjungi di Indonesia.
- Penangkal dan kelemahan
- Tidak ada; situs itu kini menjadi museum yang mengelola legendanya sendiri.
- Makanan
- Tidak makan
- Budaya
- Semarang / kolonial Belanda
- Wilayah
- Jawa
- Pengambilan sampel
- Ditambahkan di set data v3–v5; pertama kali ditempatkan pada pohon di sini.
Karakter yang dikodekan
◆ Entri baru yang dikodekan lewat sintesis cerita rakyat. Jenis kelamin: Tidak disebutkan.
| Menyerupai manusia | Humanoid, penyihir, atau roh manusia |
|---|---|
| Jenis kelamin | Laki-laki, tidak disebutkan, atau bervariasi |
| Asal kematian atau kelahiran | Berasal dari kematian, persalinan, atau bayi |
| Tak berwujud | Hantu, roh, atau mayat hidup |
| Terbang | Di darat |
| Penguburan | Tidak ada atau lemah |
| Anak-anak | Tidak ada |
| Darah dan organ | Tidak ada |
| Pencurian dan kenakalan | Tidak ada |
| Rambut atau bulu | Tidak ada |
| Wujud hewan | Tidak ada |
| Kepala terlepas | Tidak ada |
| Api atau cahaya | Tidak ada |
| Air | Tidak ada |
| Hutan | Tidak ada |
| Permukiman | Desa, rumah, rumah sakit, atau jalan |
| Ilmu hitam | Tanpa motif sihir yang kuat |
| Tersebar luas | Lokal |
| Bentuk tubuh | Hantu perempuan |
| Makanan | Tidak makan |
Kerabat terdekat di pohon
Kodenya identik dengan Hantu Terowongan Casablanca, Suster Keramas, Hantu Sumiati, sehingga pohon tidak dapat memisahkannya.