Sulawesi
Lausala
Elemental / Iblis Tingkat bahaya 4 dari 5 · Berbahaya
- Wujud
- Roh bermata merah berpedang
- Asal-usul
- Roh haus darah dari tradisi Polahi Gorontalo, bermata merah dan berpedang menyala, berpindah dari bukit ke bukit — gonggongan anjing menandai kedatangannya. Salah satu dari tiga ‘penguasa’ dalam cerita Polahi bersama Pulohuta (tanah dan hewan buruan) dan Lati (roh pohon). Sumber: Kompas/Madjowa sebagaimana dikutip dalam rujukan Indonesia dan sebuah tesis UNG.
- Perilaku
- Menjelajah perbukitan pada malam hari, haus darah.
- Penangkal dan kelemahan
- Gonggongan anjing adalah peringatannya; orang tetap di dalam rumah selama jam-jamnya.
- Makanan
- Darah / janin
- Budaya
- Gorontalo (tradisi Polahi)
- Wilayah
- Sulawesi
- Pengambilan sampel
- Ditambahkan di set data v3–v5; pertama kali ditempatkan pada pohon di sini.
Karakter yang dikodekan
◆ Entri baru yang dikodekan lewat sintesis cerita rakyat. Jenis kelamin: Tidak disebutkan.
| Menyerupai manusia | Humanoid, penyihir, atau roh manusia |
|---|---|
| Jenis kelamin | Laki-laki, tidak disebutkan, atau bervariasi |
| Asal kematian atau kelahiran | Tidak terkait kematian atau kelahiran |
| Tak berwujud | Hantu, roh, atau mayat hidup |
| Terbang | Di darat |
| Penguburan | Tidak ada atau lemah |
| Anak-anak | Tidak ada |
| Darah dan organ | Mengincar darah, daging, atau organ |
| Pencurian dan kenakalan | Tidak ada |
| Rambut atau bulu | Tidak ada |
| Wujud hewan | Tidak ada |
| Kepala terlepas | Tidak ada |
| Api atau cahaya | Bola api, menyala, atau bercahaya |
| Air | Tidak ada |
| Hutan | Hutan, rimba, atau gunung |
| Permukiman | Liar atau di tempat ambang |
| Ilmu hitam | Tanpa motif sihir yang kuat |
| Tersebar luas | Lokal |
| Bentuk tubuh | Roh menyerupai manusia |
| Makanan | Darah |