Tersebar luas
Penunggu
Roh Alam / Leluhur Tingkat bahaya 3 dari 5 · Menakutkan
- Wujud
- Roh penunggu suatu tempat
- Asal-usul
- Penunggu — ‘yang menunggu/menjaga’ — roh penjaga rumah, pohon, jembatan, sekolah, atau kantor; kategori paling umum dalam laporan kejadian gaib sehari-hari di Indonesia.
- Perilaku
- Menjaga tempatnya; menolak renovasi, penebangan, atau sikap tidak hormat; gangguan di sekolah dan kantor biasanya ulah penunggu.
- Penangkal dan kelemahan
- Sesajen dan meminta izin sebelum mengubah tempat itu.
- Makanan
- Tidak makan
- Budaya
- Seluruh Indonesia
- Wilayah
- Seluruh Nusantara
- Pengambilan sampel
- Ditambahkan di set data v3–v5; pertama kali ditempatkan pada pohon di sini.
Karakter yang dikodekan
◆ Entri baru yang dikodekan lewat sintesis cerita rakyat. Jenis kelamin: Tidak disebutkan.
| Menyerupai manusia | Humanoid, penyihir, atau roh manusia |
|---|---|
| Jenis kelamin | Laki-laki, tidak disebutkan, atau bervariasi |
| Asal kematian atau kelahiran | Tidak terkait kematian atau kelahiran |
| Tak berwujud | Makhluk berwujud atau penyihir |
| Terbang | Di darat |
| Penguburan | Tidak ada atau lemah |
| Anak-anak | Tidak ada |
| Darah dan organ | Tidak ada |
| Pencurian dan kenakalan | Tidak ada |
| Rambut atau bulu | Tidak ada |
| Wujud hewan | Tidak ada |
| Kepala terlepas | Tidak ada |
| Api atau cahaya | Tidak ada |
| Air | Tidak ada |
| Hutan | Hutan, rimba, atau gunung |
| Permukiman | Desa, rumah, rumah sakit, atau jalan |
| Ilmu hitam | Ilmu hitam atau sihir menjadi inti |
| Tersebar luas | Lokal |
| Bentuk tubuh | Roh menyerupai manusia |
| Makanan | Tidak makan |
Kerabat terdekat di pohon
Kodenya identik dengan Orang Bunian, Hantu Rimba, Waruga Spirit, Dedemit, Lelembut, Peri, Roh Komodo, Putri Gunung Ledang, Wong Samar, Gamang, Putri Mandalika, Hainuwele, sehingga pohon tidak dapat memisahkannya.