Langsung ke konten

Nusa Tenggara

Putri Mandalika

Roh Alam / Leluhur Tingkat bahaya 2 dari 5 · Meresahkan
Wujud
Roh putri cacing laut
Asal-usul
Putri Mandalika dari legenda Bau Nyale suku Sasak, yang menceburkan diri ke laut agar tidak diperebutkan para pangeran, dan kembali setiap tahun sebagai cacing laut nyale yang ditangkap dalam festival di pantai selatan Lombok.
Perilaku
Kedatangannya setiap tahun dirayakan, bukan ditakuti — roh sebagai penanda kalender.
Penangkal dan kelemahan
Festival Bau Nyale itulah upacaranya.
Makanan
Tidak makan
Budaya
Sasak (Lombok)
Wilayah
Nusa Tenggara
Pengambilan sampel
Ditambahkan di set data v3–v5; pertama kali ditempatkan pada pohon di sini.

Karakter yang dikodekan

◆ Entri baru yang dikodekan lewat sintesis cerita rakyat. Jenis kelamin: Tidak disebutkan.

20 karakter yang dikodekan untuk Putri Mandalika
Menyerupai manusia Humanoid, penyihir, atau roh manusia
Jenis kelamin Laki-laki, tidak disebutkan, atau bervariasi
Asal kematian atau kelahiran Tidak terkait kematian atau kelahiran
Tak berwujud Makhluk berwujud atau penyihir
Terbang Di darat
Penguburan Tidak ada atau lemah
Anak-anak Tidak ada
Darah dan organ Tidak ada
Pencurian dan kenakalan Tidak ada
Rambut atau bulu Tidak ada
Wujud hewan Tidak ada
Kepala terlepas Tidak ada
Api atau cahaya Tidak ada
Air Tidak ada
Hutan Hutan, rimba, atau gunung
Permukiman Desa, rumah, rumah sakit, atau jalan
Ilmu hitam Ilmu hitam atau sihir menjadi inti
Tersebar luas Lokal
Bentuk tubuh Roh menyerupai manusia
Makanan Tidak makan

Kerabat terdekat di pohon

Kodenya identik dengan Orang Bunian, Hantu Rimba, Waruga Spirit, Dedemit, Lelembut, Peri, Roh Komodo, Penunggu, Putri Gunung Ledang, Wong Samar, Gamang, Hainuwele, sehingga pohon tidak dapat memisahkannya.